Skip Navigation LinksPRESS-RELEASE-PENCATATAN-PERDANA-EFEK-BERAGUN-ASET--DANAREKSA-INDONESIA-POWER-PLN1-–-PIUTANG-USAHA-(EBA-DIPP1)

 PRESS RELEASE PENCATATAN PERDANA EFEK BERAGUN ASET DANAREKSA INDONESIA POWER PLN1 – PIUTANG USAHA (EBA DIPP1)

PRESS RELEASE

PENCATATAN PERDANA EFEK BERAGUN ASET

DANAREKSA INDONESIA POWER PLN1 – PIUTANG USAHA (EBA DIPP1)


BURSA EFEK INDONESIA, Jakarta 20 September 2017


PT Indonesia Power ("IP") sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero) ("PLN") yang bergerak dalam bidang pembangkitan tenaga listrik, melakukan sekuritisasi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nama EBA Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha ("EBA DIPP1"). Pada tahap pertama ini, nilai EBA ditawarkan sebesar Rp4 triliun dengan aset dasar disekuritisasi adalah aset keuangan yang merupakan bagian dari piutang penjualan ketenagalistrikan PLTU Suralaya 1 - 4. Penerbitan EBA DIPP1 ini seiring dengan rencana strategis IP untuk melakukan sekuritisasi EBA sebanyak-banyaknya Rp10 triliun, dan akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2018, sebagai salah satu sumber pendanaan mendukung program 35.000 MW.

Penawaran telah berlangsung mulai 4 - 11 September 2017 dimana hasil bookbuilding EBA DIPP1 mendapat sambutan positif dari investor. Sekuritisasi aset keuangan IP mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,7x yaitu mencapai Rp10,05 triliun dari target Rp4 triliun (terdiri dari penawaran umum EBA Kelas A Rp3,688 triliun dan penawaran terbatas EBA Kelas B Rp312 miliar).

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan PT PLN (Persero) selaku pemegang saham IP dan sinergi IP dengan berbagai pihak, yaitu Danareksa Investment Management sebagai Manajer Investasi, Bank BRI sebagai bank kustodian, Danareksa Sekuritas sebagai Lead Arranger dan Selling Agent, serta para Selling Agents lainnya (Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas) dan juga Para Profesi Penunjang untuk mengupayakan pendalaman investasi melalui penerbitan instrumen pendanaan baru berbasis piutang di pasar modal. Dukungan OJK, BEI, dan para investor dari perusahaan perbankan BUMN maupun nasional, dana pensiun, asuransi, dan asset management, juga menjadikan EBA DIPP1 sebagai salah satu produk investasi yang diminati.

Saat ini, IP mengelola operasi dan pemeliharaan 14.826 MW pembangkit, terdiri dari 8 Unit Pembangkit, yaitu Suralaya, Semarang, Perak Grati, Saguling, Bali, Mrica, Priok dan Kamojang; 1 Unit Jasa Pemeliharaan, dan mengoperasikan 13 Pembangkit milik PLN. Untuk melakukan pengelolaan bisnis dan sistem pembangkitan, IP telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Terintegrasi yang meliputi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 28000, SMK3, SMP, ISO 55001, ISO 50001, ISO 27001, ISO 26000, ISO 31000 dan Malcolm Baldrige Criteria dalam rangka mencapai keunggulan tata kelola serta didukung sistem pengendalian internal ICOFR dan sistem IT – ERP terpadu.

Dari sisi investor, investasi pada EBA akan memberikan return yang kompetitif dengan cash flow tetap, menjadi alternatif investasi pada instrumen keuangan serta kebutuhan pengembalian pokok yang cepat terutama dengan struktur amortisasi pokok. Untuk negara, prestasi penerbitan sekuritisasi EBA DIPP1 ini merupakan bukti barometer keberterimaan pasar modal investor di Indonesia.

Contact Person :

Del Eviondra

Sekretaris Perusahaan

del.eviondra@indonesiapower.co.id

HP : 0811127375

PT Indonesia Power Kantor Pusat

Jalan Gatot Subroto Kav. 18, Jakarta Selatan

Keterangan Pers Lainnya

  • PT INDONESIA POWER TERBITKAN Rp 4 TRILIUN EFEK BERAGUN ASET

  • PARTISIPASI PT INDONESIA POWER UPJP PRIOK DALAM KEGIATAN ARUNG SUNGAI CILIWUNG

  • PEDULI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA INDONESIA POWER OPERASIKAN CENTRE OF EXCELLENCE FIRE and SAFETY ACADEMY