Skip Navigation LinksPLTA-LAMAJAN,-WARISAN-HEBAT-UNTUK-ERA-MILLENIAL-YANG-BEROPERASI-SEJAK-TAHUN-1925-

 PLTA LAMAJAN, WARISAN HEBAT UNTUK ERA MILLENIAL YANG BEROPERASI SEJAK TAHUN 1925


Bandung - PT Indonesia Power sebagai anak perusahan PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang pembangkitan listrik dan didirikan pada tanggal 03 Oktober 1995 mempunyai beberapa Unit Pembangkit di Jawa Barat, salah satunya yaitu Unit Pembangkitan Saguling atau biasa disingkat UP Saguling. UP Saguling merupakan Unit Pembangkitan yang terletak di Kabupaten Bandung Barat dengan total kapasitas terpasang mencapai 797,36 MW dengan ditopang 7 Sub Unit Pembangkit, sedangkan untuk kapasitas Unit PLTA Saguling sendiri berkapasitas 700,72 MW. 7 Sub Unit itu antara lain : Sub Unit PLTA Bengkok dan Dago 3,85 MW ( Kab. Bandung ), Sub Unit PLTA Plengan 6,87 MW ( Kab. Bandung ), Sub Unit PLTA Lamajan 19,56 MW ( Kab. Bandung ), Sub Unit PLTA Cikalong 19,20 MW ( Kab. Bandung ), Sub Unit PLTA Ubrug 18,36 MW ( Kab. Sukabumi ), Sub Unit PLTA Karacak 18,90 MW ( Kab. Bogor ), Sub Unit PLTA Parakan Kondang 9,90 MW ( Kab. Sumedang ).

Sebagai salah satu Unit Pembangkitan PT Indonesia Power, UP Saguling berperan penting dalam sistem kelistrikan Jawa Bali. Lisrik yang dihasilkan disalurkan melalui Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) Saguling dan diinterkonesikan ke system jaringan se Jawa dan Bali melalui Saluran Utama Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 KV. Fungsinya selain sebagai tambahan untuk menyuplai listrik di Jawa Bali juga mengamankan Jawa Bali apabila terjadi gangguan listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lamajan yang terletak di Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, adalah salah satu Sub Unit Pembangkit UP Saguling yang dibangun pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1924 dan mulai beroperasi sejak tahun 1925. PLTA Lamajan ditopang oleh tiga (3) unit pembangkit yang berkapasitas total 19,56 MW dimana unit 1 dan 2 dibangun pada tahun 1924 sedangkan unit 3 pada tahun 1933 dan mulai beroperasi tahun 1934.

PLTA Lamajan yang terletak di dataran tinggi ini mempunyai daya Tarik tersendiri, pasalnya untuk menuju Power House PLTA Lamajan petugas Sub Unit PLTA Lamajan harus turun menggunakan lori yang diikat dengan tali baja atau dengan menuruni sekitar 500 anak tangga untuk sampai di Power House. Tetapi tidak setiap saat lori bisa digunakan mengingat sudah tuanya usia lori tersebut.

"Memang harus jalan kaki untuk sampai ke bawah, kami semua memang sudah terbiasa untuk itu" kata Saiful Anwar yang terlihat sangat antusias dalam menjalankan perannya sebagai Operator PLTA Lamajan, Bandung, Selasa (14/5/2019). Saiful Anwar Ini merupakan operator senior yang telah bekerja di PLTA Lamajan sejak Tahun 2002. Perlu diketahui jika jam kerja Operator ini tidak seperti pegawai kantoran, 1 operator bekerja 8 jam untuk setiap harinya, bekerja bergantian dengan Operator lain yang bertugas di hari itu. Tidak jarang beliau harus meninggalkan keluarga dan orang terdekatnya demi menjalankan perannya sebagai operator di PLTA Lamajan dan memastikan PLTA Lamajan dapat beroperasi dan berkontribusi terhadap sistem kelistrikan di Jawa Bali.


Contact Person:

ADE TATANG MULYANA

MANAJER OPERASI DAN PEMELIHARAAN

UNIT PEMBANGKITAN SAGULING PT INDONESIA POWER

ade.tm@indonesiapower.co.id

HP: 082117008998

Keterangan Pers Lainnya

  • LAGI, INDONESIA POWER LAKUKAN AKSI NYATA DALAM PROGRAM PELESTARIAN LINGKUNGAN

  • RAMAIKAN MUDIK GRATIS BERSAMA PLN, INDONESIA POWER ANGKUT 296 PEMUDIK PULANG KAMPUNG

  • INDONESIA POWER BERBAGI KEBAHAGIAAN BERSAMA 3.889 ANAK YATIM DAN DHUAFA