Skip Navigation LinksPEDULI-KESEHATAN-DAN-KESELAMATAN-KERJA-INDONESIA-POWER-OPERASIKAN--CENTRE-OF-EXCELLENCE-FIRE-and-SAFETY-ACADEMY

 PEDULI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA INDONESIA POWER OPERASIKAN CENTRE OF EXCELLENCE FIRE and SAFETY ACADEMY

Semarang – Untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Indonesia, Pemerintah membangun pembangkit listrik 35000 MW yang sebagiannya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan bahan bakar batu bara kalori rendah (low rank coal). Dalam pengoperasiannya, PLTU tersebut taklepas dari resiko dan potensi bahaya kebakaran.

Indonesia Power (IP) sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero) berkomitmen mengendalikan serta mengurangi semua resiko bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3) dengan membangun Centre Of Excellence Fire & Safety Academy (FSA) yang diresmikan Dir HCM PLN Muhamad Alidi Pandean Lamper, Semarang Jawa Tengah, Selasa (8/8). Lokasi ini dulunya sebagai lokasi pembangkit PLTG Pandean Lamper dengan Kapasitas (14 MW, 19.45 MW, 20.1 MW) sejak tahun 1968 dan berhenti karena tidak  efisien.

Dalam menjalankan proses bisnis dibidang pembangkitanyang mencakup operasi, pemeliharaan mesin dan penyediaan bahan bakar, ada potensi bahaya yang dapatmengancam keselamatan personil dilapangan dan menyebabkan kerusakan peralatan hingga berhentinya proses produksi yang tak dapat dihindari.

Untuk itu diperlukan sebuah kesadaran dan upaya konkrit untuk membangun kepedulian akan pentingnya budaya K3. Salah satunya lewat pengoperasian FSA. Fasilitas ini juga untukpeningkatan kompetensi personil melalui beragam program pelatihan K3.

Direktur Utama Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani mengatakan fasilitas training ini juga dapat dimanfaatkan secara optimal baik bagi tenaga operator dan teknisi pembangkit dilingkungan PLN grup, maupun pelatihan bagisatuan pengaman dan personil di lingkungan pemerintah propinsi Jawa Tengah. "Harapannya, FSA ini akan menjadi pusat pelayanan beragam kebutuhan pelatihan, asesmendan konsultasi khususnya dibidang kesehatan dan keselamatan kerja operasi pembangkitan tenaga listrik," ujarInten

FSA ini menyediakan program pendidikan dan pelatihan bidang K3 dengan menggunakan miniatur peralatan umum yang ada di pembangkit antara lain simulator control room pembangkit, miniatur coal handling, fire ground yang dilengkapi peralatan umum pembangkit seperti bunker, trafo, smoke chamber, peralatan-peralatan ketanagalistrikan, gedung workshop dan fasilitas lainnya yang terlengkap di Indonesia.

Progam Indonesia Power Pintar

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatangan kerja sama Program IP Pintar (Indonesia Power – Program Internship, Asessment dan Sertifikasi) antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa tengah dengan Direktur Human Capital Management PLN. IP Pintar ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari program IP Mengajar yang melibatkan sinergi antara Indonesia Power, Cogindo Daya Bersama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi serta 9 Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Madya Semarang, Kabupaten Pati dan Kabupaten Banjar Negara. Pola ajar yang menjadi konsentrasi dari program ini adalah teaching factory, teaching industry dan pembelajaran berbasis praktek kerja industri sebagai operator maupunteknisi pada unit kerja perusahaan diseluruh Indonesia.

Direktur Utama Indonesia Power mengatakan denganadanya IP Pintar ini membawa manfaat bagi Sekolah dan Dinas Pendidikan karena akan menjadi peluang besarterserapnya lulusan sekolah dan efektifitas kesesuaian kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri sehingga program link and match bagi SMK berjalan efektif. "Nantinya,semua siswa yang sudah menyelesaikan program IP Pintarakan mendapatkan sertifikasi kompetensi dari lembaga kompetensi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan yang diakui industri dan berlaku secara Nasional," tutup Inten

Keterangan Pers Lainnya

  • KETERANGAN PERS No. 57/RELEASE/IP/2019

  • KETERANGAN PERS No. 56/RELEASE/IP/2019

  • KETERANGAN PERS No. 55/RELEASE/IP/2019