Skip Navigation LinksPT-PLN-(Persero)-Gelar-Rapat-Koordinasi-Pasokan-Batu-Bara

 PT PLN (Persero) Gelar Rapat Koordinasi Pasokan Batu Bara

Semarang (6/3) - PT Indonesia Power menjadi tuan rumah dalam acara Rapat Koordinasi Pasokan Batu Bara PLTU FTP (Fast Track Program) 1 Jawa Bali yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) pada Senin, 6 Maret 2017 pukul 09.00 WIB s/d 16.00 WIB di ruang Bima PT Indonesia Power UP Semarang.   Rapat dihadiri oleh PT PLN Pusat yang diwakili oleh Satuan Batu Bara , PT Indonesia Power diwakili dari beberapa unit yang menggunakan Bahan Bakar Batu Bara dalam operasionalnya yaitu UJP Banten 1 Suralaya, UJP Banten 2 Labuan, UJP Banten 3 Lontar, UJP Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu, selain itu juga dihadiri oleh PT PLN BATU BARA, PT PJB UBJOM Rembang, PT PJB UBJOM Paiton, PT Bahtera Adi Guna, dan  seluruh Vendor pemasok batu bara di PT PLN (Persero) dan anak perusahaan.

Tarwaji (General Manager UP Semarang) sebagai tuan rumah dalam sambutannya menyampaikan ”Terima kasih telah mempercayakan UP Semarang sebagai tempat pelaksanaan rapat koordinasi batu bara kali ini.  UP Semarang sendiri tidak menggunakan  batu bara dalam operasionalnya melainkan menggunakan Bahan Bakar Gas.”

Harlen (Kepala Satuan Batu Bara PT PLN (Persero)) dalam pemaparannya mengungkapkan “Harga listrik di Indonesia untuk tarif listrik rumah tangga dalam rupiah adalah Rp 1.496/kWh ke-tiga termahal setelah Singapura dengan harga Rp 2.602/kWh dan Filipina dengan harga Rp 2.653/kWh. Terkait program pemerintah 35.000 MW kita akan membangun pembangkit-pembangkit baru dan akan adanya kenaikan tarif listrik yang disesuaikan bersamaan dengan penyesuaian kenaikan tarif nonsubsidi. Maka dari itu perlu diadakannya rapat koordinasi ini untuk mengkoordinasikan penggunaan batu bara terkait Biaya Pokok Produksi yang nantinya akan menyangkut harga jual listrik.”

Berikutnya diskusi mengenai pasokan batu bara dipimpin langsung oleh Tri Joko (Manajer Senior Satuan Batu Bara PT PLN (Persero) ) terkait tentang pasokan batu bara pada unit pembangkit PT PLN (Persero), diskusi dengan beberapa vendor pemasok batu bara , serta biaya pokok produksi yang dihasilkan terkait penggunaan batu bara sebagai bahan bakar dalam proses operasional pembangkit.





Komentar:

Berita Lainnya

  • Terus Berlanjut, Keseriusan Indonesia Power dalam Pengelolaan TOSS To Energy dan Pengembangan EBT

  • PLTD Senayan Siap Beroperasi Tahun 2019

  • PT Indonesia Power dan Kejaksaan Tinggi Tandatangani MoU Untuk Kelancaran Kelistrikan Nusantara