Skip Navigation LinksMengembangkan-Human-Capital-Excellence-Jadi-Fokus-Rakor-IP-Tahun-2019

 Mengembangkan Human Capital Excellence Jadi Fokus Rakor IP Tahun 2019

 

BOGOR - PT Indonesia Power (IP) gelar Rapat Koordinasi  (Rakor) Awal Tahun 2019 di The Alana Hotel, Sentul, yang berakhir pada (12/1). Rakor yang bertemakan 'Developing Human Capital Excellence for Optimizing Cost Eficiency' ini dihadiri oleh Jajaran Komisaris, Jajaran Direksi hingga senior leader dari seluruh unit kerja IP. Kegiatan Rakor berisikan arahan dari direksi, komisaris, focus group discussion, sharing session hingga penyerahan Bendera Kinerja semester II 2018.

Agenda pada hari pertama Rakor (11/1) acara dibuka oleh arahan dari Direktur Utama Sripeni Inten Cahyani,  " Forum leader ini digelar merupakan langkah tindak lanjut dari statement ABC yang telah saya sebutkan pada malam peluncuran IP Annual Cycle (IPAC sehingga terbentuk alignment, dan diharapkan hari senin atau setelah seminggu agar menterjemahkan kedalam program program sampai lini terbawah di bidang kerjanya masing-masing."

Dirut IP memaparkan juga akan mengeksekusi paling tidak 1 Energi Baru Terbarukan (EBT) yang merupakan bisnis diluar PLN serta afiliasinya. Terkait dengan EBT ini juga, Inten mengingatkan seluruh GM agar jangan sampai membakar BBM, nantinya IP akan menggunakan Crude Palm Oil (CPO) yang lebih ramah terhadap lingkungan.

Serupa dengan arahan dari Dirut, Bagus Setiawan, Komisaris Utama IP menceritakan bagaimana perubahan harus diresponse dengan inovasi, serta menjelaskan apa saja yang mesti dilakukan dalam tanggap bencana. " Saat ini harus kita sadari bahwa tidak ada lagi yang namanya mempertahankan kompetensi inti, karena dunia terus berinovasi, dan kita harus terbiasa terhadap perubahan yang tidak akan terbendung. Mari kita tinggalkan gua untuk menyongsong 4.0 agar dapat bersaing dengan kompetitif."

Dalam arahan ini, Bagus memberikan apa saja langkah yang mesti dilakukan saat dilanda bencana, khususnya yang baru-baru ini terjadi, tsunami.  Langkah pertama yang dilakukan adalah untuk menyelamatkan manusia, kedua menyelamatkan asset dengan syarat dapat diperkirakan dengan baik, dan terakhir jika memang kondisi dapat terkendali maka operasi pembangkit dapat terus dilakukan.

Selanjutnya, para peserta dibagi kedalam kelompok dalam sesi focus group discussion (FGD). Dalam FGD ini para senior leader berdiskusi mengenai Key Performance Indeks (KPI) yang dituju masing-masing bidang yang dikepalai untuk kemudian dipresentasikan didepan direksi.

Malam harinya, para peserta mengikuti farewell ceremony dari Direktur Operasi 2, Antonius R.T. Artono yang tugas karya ke PT PLN (Persero) dan Direktur Keuangan, Hudiono yang telah memasuki masa purnabakti. Kali ini, acara digelar dengan hangat dan penuh kekeluargaan, bahkan seluruh jajaran direksi dan komisaris memeriahkannya dengan bernyanyi bersama.  

Di hari terakhir ini, terdapat sharing session yang diisi oleh Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) DKI Jakarta Neno Hamriono, menyoal memetakan isu yang tengah menghangat di tahun politik ini, serta bagaimana IP melakukan langkah prefentif untuk menanggulanginya.  Acara ditutup dengan Penyerahan RKA Unit Tahun 2018 dan Bendera Kinerja Semester II Tahun 2018 , hingga penandatanganan Komitmen Pengendalian Gratifikasi dan Komitmen Bersama oleh Jajaran Direksi dan seluruh senior leader.




Komentar:

Berita Lainnya

  • Terus Berlanjut, Keseriusan Indonesia Power dalam Pengelolaan TOSS To Energy dan Pengembangan EBT

  • PLTD Senayan Siap Beroperasi Tahun 2019

  • PT Indonesia Power dan Kejaksaan Tinggi Tandatangani MoU Untuk Kelancaran Kelistrikan Nusantara