Skip Navigation LinksIndonesia-Power-Peringati-Hari-Lahir-Pancasila-ke-72

 Indonesia Power Peringati Hari Lahir Pancasila ke-72

JAKARTA – Direktur Utama PT Indonesia Power menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila (1/6), pertama kalinya sejak ditetapkan Keppres No. 24 Tahun 2016. Pada momen kelahiran Pancasila yang berusia 72 tahun ini, Lapangan Krida PT Indonesia Power Kantor Pusat dipenuhi oleh insan-insan IP, jajaran direksi, dan juga serempak dilaksanakan seluruh unit. Pada upacara kali ini selain pengibaran bendera, pembacaan Pancasila, juga disertai dengan pembacaan amanat dari Presiden RI oleh DIRUT IP, Sripeni Inten Cahyani.

Pada amanatnya beliau memaparkan bahwa upacara ini sebagai upaya meneguhkan komitmen agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pada amanat ini juga diterangkan sejarah dari kelahiran pancasila pada tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan oleh Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, juga rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945.

Sebagai nilai fundamental Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), upacara ini bertemakan Saya Indonesia Saya Pancasila dan tanggal 28 Mei hingga 4 Juni 2017 ditetapkan sebagai Pekan Pancasila nasional. Terkait kondisi yang tengah dialami Indonesia, amanat Presiden juga menyinggung seputar tindakan yang tengah hangat saat ini, "namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong," terang Inten .

Pada penutup amanat ini DIRUT IP mengajak agar menjaga ideologi negara ini, " oleh karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat, salah satunya melalui Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan."

"Sekali lagi, jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan di antara kita. Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling membantu demi kemajuan Indonesia," tukas Inten menutup amanat dari Presiden RI Joko Widodo.

Pancasila sendiri merupakan ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.





Komentar:

Berita Lainnya

  • Terus Berlanjut, Keseriusan Indonesia Power dalam Pengelolaan TOSS To Energy dan Pengembangan EBT

  • PLTD Senayan Siap Beroperasi Tahun 2019

  • PT Indonesia Power dan Kejaksaan Tinggi Tandatangani MoU Untuk Kelancaran Kelistrikan Nusantara