Skip Navigation LinksIndonesia-Power-Dinobatkan-Sebagai-Indonesia-Green-Company-2017

 Indonesia Power Dinobatkan Sebagai Indonesia Green Company 2017

JAKARTA - Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan majalah SWA kembali memberikan penghargaan yang berlangsung 6 tahun berturut turut pada 25 perusahaan yang memenuhi prinsip -prinsip Sustainable & Responsible Investment (SRI) dan Green Company. Kali ini Indonesia Power masuk sebagai salah satu nominator  pada penghargaan 'Indonesia Green Company Achievement dan SRI Kehati Appreciation 2017' ini. Direktur utama Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani hadir bersama pemangku kepentingan baik dari divisi K3L, hingga CSR memenuhi undangan penghargaan ini. 

Kemal E. Gani, Pemimpin Redaksi SWA dalam sambutannya mengatakan tujuan dari penghargaan ini, " program ini dilakukan selama 6 tahun terakhir, kami melihat banyak perusahaan masih harus terus didorong untuk tidak hanya mementingkan kepentingan bisnis semata, tapi juga secara paralel membangun kehidupan sosial masyarakat dan peduli dengan keanekaragamn hayati," tutur Kemal pada malam penghargaan yang digelar di Ballroom C, Shangri-La, Jakarta (7/6).

Hal serupa diungkapkan oleh Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup era Presiden Soeharto yang jugaKetua Dewan Juri  ajang ini mengatakan bahwa pembangunan saat ini berlangsung tidak sustainable karena selama ini yang dibangun hanya dari segi ekonomi. Dampak terbesar kerusakan dari ini terhadap lingkungan, dan yang paling besar perubahan iklim. Pembangunan harus mencakup ekonomi sosial dan lingkungan, seperti halnya prinsip triple bottom line harus terimplementasi dengan baik.

Pada ajang ini, DIRUTIndonesia Power terima penghargaan sebagai 3 besar dalam I'ndonesia Green Company Awards 2017' yang diberikan kepada 10 perusahaan terbaik. Penghargaan tersebut langsung diberikan oleh Emil Salim karena berupaya menjalankan berbagai program sebagai bagian dari komitmennya untuk menjadi "Green Company" yang mewujudkan lingkungan sehat, disamping juga meminimalisasi kerusakan lingkungan serta secara berkelanjutan menjaga kelangsungan alam.

Selain itu, Indonesia Power melalui program "Hijaunesia Power" juga telah melaksanakan serta menerapkan beberapa "aksi hijau" baik lingkungan kantor pusat Indonesia Power hingga keseluruh unit, diantaranya adalah dengan melakukan penanaman berbagai jenis pohon dengan target 3.200 pohon per tahun di setiap unit yang turut melibatkan Pramuka, mendukung penuh program pembangunan sarana edukasi dan pariwisata (ekoriparian) Sungai Ciliwung bersama KLHK di Kec. Srengseng Sawah, pembinaan terhadap UKM sekitar unit, juga akan membangun pembangkit berbasis renewable energy yaitu pembangkit tenaga surya, hingga pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang tengah dibangun di Jawa Tengah.

"Indonesia Green Company Award 2015" merupakan pelaksanaan yang kelima kalinya sejak tahun 2012. Penghargaan ini diberikan kepada 10 perusahaan yang dinilai terbaik dalam menerapkan konsep "Green Company" yaitu perusahaan yang berkontribusi besar terhadap kelestarian lingkungan setempat maupun global.

Adapun aspek penilaian "Green Company" berdasar pada 4P yaitu Principle meliputi visi untuk menjadi perusahaan yang ramah lingkungan, atau meminimalkan dampak buruk terhadap alam; Process, yang menyangkut penggunaan teknologi ramah lingkungan (green technology) dan green IT, beroperasi di tempat yang eco-friendly (gedung yang green design), dan proses-proses lain yang tidak merusak alam (green process).

Sementara dari segi produk yaitu menghasilkan produk/jasa yang tidak merusak alam, dan bahkan produk yang recycleable dan bisa di daur ulang dan digunakan kembali dan Promotion yang merupakan kampanye posisi perusahaan atas sustainability dan isu-isu lingkungan serta praktik yang konsisten yang telah dijalankan.





Komentar:

Berita Lainnya

  • Pererat Silaturahim, IP Gelar Halalbihalal di Momen Idulfitri 1440 H

  • UP PLTU Suralaya Sukses Melaksanakan Swakerja pada Overhaul Unit 1

  • Serah Terima Jabatan Direktur Utama PT Indonesia Power