| PRESIDEN RI RESMIKAN 2 PLTU BARU |
|
| Ditulis oleh Elza Febrianto |
| Sabtu, 30 Januari 2010 23:40 |
|
Dua pembangkit listrik baru ini menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya dan masing-masing berkekuatan 2x300 MW dan 2x1158 MW. Penggunaan batubara pada PLTU Labuan Unit 1 dan 2 diperkirakan dapat menghemat biaya operasi hingga Rp 4 trilun lebih per tahun. Dengan pengalihan bahan bakar ini PLN dapat menghemat biaya operasi mencapai Rp. 4.852.915.008 per tahun. Perhitungan penghematan tersebut berdasarkan asumsi harga batubara Rp. 270,51 per Kg dan harga BBM sebesar Rp. 1.342,17 per liter dengan kapasitas produksi sebesar 300 MW.
Peresmian berlangsung pada pukul 11.00 WIB, Kamis (28/1/2010) dipusatkan di PLTU 2 Labuan, Banten.Dua PLTU yang diresmikan SBY hari ini merupakan bagian dari program pembangunan proyek pembangkit listrik 10 ribu MW I. Program tersebut akan dilanjutkan dengan tahap II yang memakai sumber energi alternatif dan terbarukan. Pemadaman listrik bergilir masih jadi merupakan kegiatan rutin yang terjadi di beberapa daerah. Meski pembangkit listrik yang ada belum mencukupi, Presiden SBY bertekad pemerintah menyelesaikan masalah byar pet pada tahun ini juga.Tekad ini disampaikannya dalam di sela peresmian PLTU Labuan, Banten dan PLTU Labuhan Angin, Sumatera Utara. Acara peresmian dipusatkan di PLTU Labuan, Pandeglang, Banten. Kita bertekad masalah byar pet itu bisa kita atasi tahun ini juga. Caranya bila ada kelebihan listrik di pabrik, kita salurkan ke masyarakat. Bila ada gardu pembangkit yang perlu untuk diperbaiki, kita percepat," kata SBY.Lebih lanjut Presiden mengingatkan bahwa pembangunan pembangkit listrik membutuhkan peran swasta dan investor sebab membutuhkan dana besar. Pelaksaan proyeknya juga memakan waktu relatif lama. Kalau kita bangun sekarang, paling cepat 2 tahun listriknya baru bisa disalurkan ke masyarakat. Mohon masyarakat maklum, pungkasnya. Semoga dengan itu kebutuhan listrik kita sampai 2015 terpenuhi. Setelah itu kita bangun 10 ribu MW lagi sebab ekonomi terus tumbuh dan kebutuhan listrik karenanya juga meningkat," imbuh SBY. PLTU Labuan Hemat Rp 4 Triliun Dua pembangkit listrik baru ini menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya dan masing-masing berkekuatan 2x300 MW dan 2x1158 MW. Penggunaan batubara pada PLTU Labuan Unit 1 dan 2 diperkirakan dapat menghemat biaya operasi hingga Rp 4 trilun lebih per tahun. Dengan pengalihan bahan bakar ini PLN dapat menghemat biaya operasi mencapai Rp. 4.852.915.008 per tahun. Perhitungan penghematan tersebut berdasarkan asumsi harga batubara Rp. 270,51 per Kg dan harga BBM sebesar Rp. 1.342,17 per liter dengan kapasitas produksi sebesar 300 MW. PLTU Labuan Unit 1 dan 2 mengkonsumsi batubara sebagai bahan bakar sebanyak 180.000 Kg per jam setara dengan pemakaian BBM 69.000 liter per jam sehingga biaya operasi yang harus ditanggung PLN jika menggunakan batubara adalah Rp. 48.692.340 per jam sedangkan jika menggunakan BBM sebesar Rp. 402.649.500 per jam.Dengan capacity factor pemakaian batubara dan BBM 0,85 maka akan didapat selisih biaya produksi sebesar Rp. 300.863.586 per jam. Dan jika dihitung per hari maka akan didapat selisih penghematan mencapai Rp. 7.220.726.064. PLTU Labuan memanfaatkan batubara kalori rendah sebagai bahan bakar yang saat ini cadangannya tersedia cukup besar di Kalimantan dan Sumatera. Pemanfaatan batubara kalori rendah ini secara signifikan akan meningkatkan pendapatan asli daerah dan masyarakat pada wilayah sumber batubara dan dilain pihak produk BBM dapat dialokasikan untuk kepentingan ekspor sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara. PLN Targetkan Dapat Menambah 3266 MW PT PLN (Persero) menargetkan sembilan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang masuk dalam proyek percepatan 10.000 MW tahap I akan beroperasi tahun ini. Adapun lima PLTU yang akan beroperasi tahun ini yaitu : 2. PLTU Suralaya, Banten dengan kapasitas 1x625 MW ditargetkan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada Mei 2010. 3. PLTU Indramayu, Jawa Barat dengan kapasitas 3x330 MW, dimana untuk unit 1 (330 MW) akan beroperasi secara komersial pada Juni 2010, unit 2 (330 MW) pada September 2010 dan unit 3 (330 MW) pada Desember 2010. 4. PLTU Rembang, Jawa Tengah dengan kapasitas 2x630 MW, dimana unit 1 sebesar 315 MW dari PLTU itu ditargetkan beroperasi secara komersial pada Februari 2010 dan unit 2 pada Mei 2010. 5. PLTU Paiton, Jawa Timur dengan kapasitas 1x660 MW ditargetkan beroperasi secara komersial pada Juni 2010. Sementara untuk 4 PLTU di luar Jawa yang akan beroperasi tahun ini, yaitu 1. PLTU Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau dengan kapasitas 2x7 MW, untuk unit 1 sebesar 7 MW akan masuk ke dalam sistem kelistrikan pada November 2010, sementara unit 2 baru beroperasi komersial pada Januari 2011. 2. PLTU Bangka Baru, Bangka Belitung dengan kapasitas 2x30 MW, dimana unit 1 (30 MW) akan beroperasi komersial pada November 2010 dan unit 2 (30 MW) pada Januari 2011. 3. PLTU Kendari, Sulawesi Tenggara dengan kapasitas 2x10 MW,dimana unit 1 (10 MW) akan beroperasi secara komersial pada Desember 2010, sementara unit 2 (10 MW) akan beroperasi Februari 2011. 4. PLTU ENDE, Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas 2x7 MW, dimana unit 1 (7 MW) akan beroperasi secara komersial pada Oktober 2010 dan unit 2 (7 MW) pada Desember 2010. Khusus untuk mengatasi krisis listrik di Luar Jawa Bali PLN juga tengah menyiapkan berbagai langkah-langkah strategis seperti menyewa genset darurat dengan total kapasitas 400 MW, merevitalisasi/relokasi mesin, dan membeli excess power hingga 165 MW. Di dalam kesempatan peresmian oleh Kepala Negara itu, Dirut PLN menyerahkan bantuan jaring nelayan, dana pembangunan sekolah, instalasi air bersih dan jalan bagi desa sekitar. Sedangkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyerahkan bantuan instalasi listrik pedesaan sebanyak 20 ribu unit sambungan. |