Layanan

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, bidang usaha Indonesia Power adalah menyelenggarakan usaha ketenagalistrikan berdasarkan prinsip industri dan niaga yang sehat dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan terbatas yang meliputi produk dan layanan sebagai berikut:

  1. Penyediaan tenaga listrik yang ekonomis, bermutu tinggi dan andal.
  2. Usaha yang berkaitan dengan penyediaan tenaga listrik
  • Jasa survei, investigasi, disain, konstruksi/pemasangan instalasi, operasi dan pemeliharaan, penyewaan peralatan pembangkitan, serta pendidikan dan pelatihan.
  • Produksi, perbaikan dan perdagangan dan peralatan tenaga listrik.
  • Produksi, pengolahan, pengangkutan dan perdagangan batubara, gambut, biomas, dan gas alam.
  • Produksi dan pengusahaan energi panas bumi.
  • Cogeneration

Adapun untuk kegiatan usaha Indonesia Power yang dijalankan saat ini adalah penyediaan tenaga listrik yang ekonomis bermutu tinggi dan dengan keandalan yang baik serta usaha penyediaan jasa operasi dan pemeliharaan. Sedangkan kegiatan usaha lainnya seperti perdagangan batubara dan cogeneration dilakukan oleh anak perusahaan. Indonesia Power memiliki segmen usaha utama sebagai penyedia fungsi pembangkitan tenaga listrik melalui 8 (delapan) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) dengan total kapasitas terpasang sebesar 8.935,86 MW dan fungsi pemeliharaan melalui 1 Unit Bisnis Pemeliharaan (UBH)

Dalam bidang Operasi dan Pemeliharaan (Operation and Maintenance/O&M) Indonesia Power mengoperasikan dan memelihara pembangkit Program Percepatan Diversifikasi Enerrgi (PPDE) 10.000 MW dengan total kapasitas terpasang sebesar 3.880 MW melalui 5 Unit Bisnis Ope rasi d an Pe melihara an (UBO H).

Di samping itu, sebagai fungsi pendukung Indonesia Power juga memiliki Pembangkit di sebagian wilayah Sumatera dengan total kapasitas terpasang sebesar 81 MW, serta melakukan pembelian tenaga listrik di Bali dengan total kapasitas terpasang sebesar 337,90 MW.

Di tahun 2012 Indonesia Power memiliki pembangkit Pontianak yang berlokasi di Kalimantan Timur dengan kapasitas terpasang sebesar 13 MW, namun di tahun 2013 pembangkit tersebut telah dihapus dan dilepaskan asetnya dikarenakan lokasi unit pembangkit yang jauh, sehingga menjadi kendala dalam koordinasi monitoring dan evaluasi proses bisnis yang mengakibatkan pelaksanaan usaha pembangkitan tidak optimal dan terjadi in-efisiensi aset produksi. Selain itu lokasi pembangkit tersebut akan digunakan untuk peremajaan PLTD Sektor Kapuas.

Selain itu Indonesia Power memiliki 5 (lima) anak perusahaan, 2 (dua) perusahaan patungan dan 2 (dua) perusahaan asosiasi Jumlah kapasitas terpasang Indonesia Power di Jawa Bali sebesar 8.935,86 MW tersebut dioperasikan atas permintaan PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (PLN P3BJB) untuk memenuhi kebutuhan sistem Jawa-Bali di tahun 2013.

Energi yang dihasilkan unit pembangkitan tersebut dijual/disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sistem Jawa - Bali yang dikelola oleh PLN dan didistribusikan kepada pelanggan retail.